Langsung ke konten utama

Postingan

RAKERWIL PKS KALTIM: Sinergikan Potensi Kebaikan Demi Kemaslahatan Manusia untuk Gapai Kemenangan

Sabtu (27/03), Dewan Perwakilan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Kalimantan Timur (DPW PKS Kaltim) menggelar Rapat Kerja Wilayah (RAKERWIL) dengan mengusung tema 'Terus Melayani dan Membela Rakyat Kaltim'. Agenda ini dilaksanakan di Ballroom Hotel Selyca Mulya, Samarinda.  Berbeda dari biasanya, RAKERWIL PKS Kaltim ini hanya akan dihadiri oleh perwakilan Ketua & Sekretaris Bidang Pengurus DPW PKS Kaltim, Ketua DPD se-Kaltim, serta beberapa undangan dari BPW dan DPTW. Seluruh pengurus yang hadir pun diwajibkan melakukan tes SWAB sebelum memasuki tempat acara. Sedangkan untuk DPC dan DPRa, serta anggota pengurus lainnya diminta untuk menyaksikan via Live Streaming Youtube PKS Kaltim. Hal ini dilaksanakan dalam rangka memenuhi protokol satgas Covid-19 terkait pembatasan jumlah massa.  Acara RAKERWIL yang dipandu oleh Muhammad Risky Noprisal, seorang penulis dan motivator muda Indonesia, selaku Master of Ceremony ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Ibnu Sina,...

Lebih Dekat dengan Sang Qiyadah

Part 2. Merantau dan Cita-cita Meninggalkan Pulau Jawa di usia dua puluh tahun, menunjukan betapa kuatnya karakter seorang Dedi. Di usia semuda itu, sudah berani menyebrang lautan meninggalkan kenyamanan dalam keluarga untuk berjuang demi masa depan. Ini tidak lepas dari doktri-doktrin yang selalu ditanamkan ayahnya pada Dedi. Selain menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang banyak, doktrin yang lain adalah mengingat selalu bahwa kita adalah makhluk sosial yang tak mungkin hidup sendiri. Dedi meyakini, untuk menjalankan hidup sebagai makhluk sosial, Dedi harus menemukan lingkungan yang benar-benar heterogen, dan itu bisa ditemui jika ia merantau ke luar Pulau Jawa. Kalimantan Timur menjadi pilihan, dan Dedi benar-benar menemukan lingkungan yang menyerupai miniatur Indonesia di Kota Bontang.  Hampir seluruh suku ia temui, dari Aceh hingga Papua, bahkan saat Timor Timur masih bergabung, Dedi juga sempat bergaul dengan pemuda asal propinsi termuda Indonesia itu. 36 tahun masa pengab...

Lebih Akrab dengan Gubernur Kaltim Versi Kader PKS

Part 1. Masa Kecil dan Sebelum Merantau Dedi Kurniadi lahir tanggal 23 November 1963, dan menghabiskan masa kecilnya di sebuah daerah bernama Margahayu, dekat Pangkalan Udara Sulaiman, wilayah Bandung Selatan, Jawa Barat. Lulus SMP, Dedi meneruskan pendidikannya ke STM Kimia di pusat kota Bandung, yang saat itu masih di bawah naungan Departemen Perindustrian, dan ditempuh selama empat tahun.  Lulus dari STM Kimia, Dedi sempat bekerja di Bekasi sebagai tenaga analis Kimia di sebuah perusahaan kertas milik pengusaha berkebangsaan Korea.  Sekitar tahun 1983, Dedi mencoba mewujudkan mimpi masa kecilnya untuk bekerja di luar Pulau Jawa, dengan mengikuti tes calon penerimaan karyawan BUMN, dan tanggal 1 Februari 1983 sah menjadi karyawan PT. Pupuk Kaltim. “Masyarakat Jawa Barat itu tidak suka merantau, makanya saat itu orang dengan keinginan seperti saya masih dianggap aneh. Saya ingin sekali memiliki wawasan nusantara, dan kondisi paling efektif untuk mendapatkan itu, secara fisik ...

Tips Menghadapi Pergantian Musim

Menyikapi datangnya musim Pancaroba Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau disingkat BMKG menyatakan puncak musim penghujan akan berlanjut hingga akhir Februari sampai awal Maret 2021 artinya bisa diprediksi hingga bulan Maret nanti masih akan terjadi bencana banjir. Dalam hal ini, pihak BMKG meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrim yang sewaktu-waktu bisa berubah-ubah. Dampak dari peralihan cuaca yang ekstrem ini bisanya ditandai dengan datangnya musim pancaroba. Apakah musim pancaroba itu?  Pancaroba adalah masa peralihan antara dua musim utama di daerah iklim muson, yaitu di antara musim penghujan dan musim kemarau. Masa pancaroba biasa ditandai dengan frekuensi tinggi badai, hujan yang sangat deras/lebat yang disertai petir, guntur dan angin kencang. Pada masa pancaroba biasanya frekuensi orang yang menderita penyakit saluran pernapasan atas, seperti flu, pilek atau batuk, relatif meningkat. Ditengah kondisi pandemi seperti ini, tentunya ...

Covid-19 dan Kita

Covid-19 dan Nikmatnya Rezeki Sehat Virus Korona 19, hampir setahun belakangan ini melanda di semua belahan dunia. Dampaknya berimbas ke berbagai segi, mulai dari ditutupnya akses pendidikan, perkantoran, sampai meluluhlantakkan ekonomi.  Virus tersebut begitu kecil, bahkan tak terlihat, tapi mematikan. Membuat kita dipaksa tunduk pada kebesaran dan kehebatan Allah.  Virus ini menyerang tanpa memandang rupa, kasta atau pun status sosial. Membuat setiap pribadi wajib berhati-hati dan selalu menerapkan protokol kesehatan seperti yang dianjurkan pemerintah; menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan, memakai masker jika beraktifitas diluar rumah, menjaga jarak dengan orang lain, dan menjauhi kerumunan Manusia menyikapinya dengan berbagai macam sikap. Ada yang protektif, tetapi ada pula yang santai, biasa saja bahkan ada pula yang tidak percaya kalau virus covid 19 ini ada. Anda di posisi yang mana? Covid 19 ini membuat kita betul-betul merasakan bahwa kesehatan adalah rezeki ...

Saat Kami Makin Cinta

Surat Terbuka dari Seorang Kader Setiap kali mendengar kabar bertambahnya penderita covid 19, selalu terlintas rasa was-was dalam benak. Terlebih lagi jika ternyata mereka adalah orang-orang dekat, tetangga atau sahabat. Bagaimana tidak, setahun setelah virus ini masuk ke tanah air, bukannya makin berkurang kasus penderitanya. Justru semakin hari semakin bertambah banyak, dan sepertinya makin dekat saja.  Sebaik-baik kami berikhtiar memakai masker setiap keluar rumah, dan rajin mencuci tangan, ketetapan-Nya tetap tak bisa dilawan. Begitu pun dengan saya, entah mungkin ketika saya lengah menerapkan ritual 3M atau bisa jadi memang saat imun sedang menurun.  Kamis sore (18/2), keponakan menghubungi saya via Whatsapp mengabarkan bahwa hasil test rapid antigen ibunya positif, dan saya sekeluarga terakhir kontak erat dengan beliau  Jum'at pekan lalu. Kemudian terpikir, menghubung-hubungkan kondisi kesehatan saya yang menurun sejak Senin sore. Sempat merasakan diare, sakit kepal...

Jatuh Cinta

Qori Internasional, Jatuh Hati pada PKS Pekan lalu, semua berjalan seperti event-event biasanya. Namun, ada yang istimewa dengan kehadiran Ustad Syahroni. Beliau hadir khusus untuk melantunkan ayat suci Al Quran yang terdengar merdu. Begitu juga bait-bait doa yang dibacakan oleh Habib Muchdor, begitu menyentuh kalbu hingga menghadirkan tetes-tetes air mata.  Sebelum acara usai sepenuhnya, Ustad Syahroni pamit untuk pergi meninggalkan acara terlebih dahulu, karena ada keperluan lain yang harus beliau penuhi. Hingga di sini semua terasa normal dan biasa saja. Namun, beberapa waktu setelah acara selesai, tiba-tiba pengurus PKS Kaltim dikejutkan oleh sebuah screen shoot percakapan Ustad Syahroni dengan salah seorang panitia. "Ust, bisakah ulun masuk jadi kader PKS?"  "Bagaimana caranya untuk menjadi anggota dari partai PKS?" begitu pesan singkat yang beliau kirimkan kepada panitia. MasyaAllah .... Tidak ada yang menyangka, seorang imam masjid di salah satu perumahan ter...