Langsung ke konten utama

"Masa Depan Bangsa di Tangan Generasi Sehat"

Banyak hal yang dilakukan orang tua untuk mengekspresikan kasih sayang pada anak-anaknya. Hal tersebut dilakukan demi menjaga, melindungi, dan memastikan yang terbaik demi masa depan sang anak. Baik dengan memenuhi kebutuhan jasad maupun kebutuhan ruhaninya, berupa makanan, pakaian, pendidikan, dan juga memilih lingkungan pergaulan yang sehat. 

Salah satu yang sering terlupakan oleh sebagian orang tua adalah memilihkan makanan terbaik bagi anak-anaknya. Alih-alih ingin memberi makanan kekinian, orang tua lupa memperhatikan kandungan nutrisinya. Contoh yang terjadi sekarang adalah maraknya makanan cepat saji (𝘧𝘢𝘴𝘵 𝘧𝘰𝘰𝘥) yang beredar di pasaran. Selain memudahkan para ibu menyiapkan makanan, makanan cepat saji seolah-olah menjadi trend makanan masa kini. Akan tetapi, jika terlalu sering dan tidak diimbangi dengan makanan gizi seimbang dan pola hidup yang sehat tentu bisa menimbulkan masalah baru yang mengganggu kesehatan anak. 

Belakangan ini, makin sering kita temukan berita di media massa tentang anak usia belia mengidap penyakit degeneratif. Penyakit degeneratif seperti diabetes, gagal ginjal, obesitas, umumnya diderita oleh orang dewasa, tapi kini juga banyak ditemukan pada anak-anak. 

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sejak tahun 2010 kasus diabetes pada anak meningkat 70 kali lipat. Hal ini diduga akibat seringnya mengkonsumsi makanan atau minuman dengan kadar gula tinggi, seperti; minuman kemasan, makanan ringan manis. Hal tersebut didukung lagi dengan kurangnya aktifitas fisik akibat bermain gadget. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula tinggi, tidak hanya bisa menyebabkan penyakit diabetes, tetapi juga bisa mengakibatkan rusaknya ginjal. 

Sebagai orang tua tentu kita tidak ingin melihat buah hati yang kita sayangi menderita dan terancam masa depannya karena kelalaian kita dari menjaga makanannya. Menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua di zaman sekarang untuk bisa konsisten dalam menjaga dan mengatur asupan gizi anak. Sekaligus mengedukasi mereka bagaimana cara memilih dan memilah makanan yang bebas dikonsumsi maupun yang boleh dikonsumsi dalam jumlah terbatas. 

Menjaga asupan makanan demi menyiapkan masa depan yang cerah bagi anak, adalah upaya yang harus dilakukan orang tua. Masa depan anak bukan hanya untuk diri mereka sendiri ataupun kita sebagai orang tua, tetapi juga untuk masa depan bangsa, negara dan juga agama. Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. Masa depan bangsa yang cemerlang, berada pada anak-anak sehat yang prestasinya gemilang serta akhlaknya yang mulia. 

SELAMAT HARI ANAK NASIONAL 2024 

Samarinda , 16 Juli 2024
(YS)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"PKS Berkompetisi Untuk Meraih Yang Terbaik"

(Samarinda Convention Hall). Halalbihalal dan Tasyakuran Milad PKS ke-23 yang digelar hari ini, Sabtu, 3 Mei 2025, oleh DPW PKS Kalimantan Timur di Convention Hall Samarinda berlangsung sangat meriah. Sejak jam 6 pagi, panitia dan peserta yang berpakaian bernuansa putih oren sudah tampak bersiap. Rangkaian acara dimulai pukul 07.00 WITA, diawali dengan kegiatan senam sehat yang dipandu oleh tim Senam Sehat dari Deputy Kebugaran DPW PKS Kaltim, diikuti oleh peserta yang telah hadir di tempat acara. Aktivitas di area bazar pun tak kalah heboh. Beberapa stand dengan berbagai barang dagangan turut memeriahkan acara. Pukul 09.00 acara Halalbihalal dibuka oleh komika Wawan Saktiawan dan Dimas Nurdiansyah sebagai pemandu acara. Dan, ruangan menjadi hening saat Qari Pemenang kedua MTQ Nasional 2024, Ust. Jumarlin, melantunkan Al Hujurat ayat 10-13. Ketua DPW PKS Kalimantan Timur dalam sambutan menyampaikan bahwa halalbihalal yang diselenggarakan DPW PKS ini terasa seperti DPP yang...

"Bullying pada Anak, antara Subjek dan Objek"

Beberapa tahun belakangan ini, Indonesia marak dengan kasus perundungan atau yang biasa disebut dengan bullying. Bully merupakan tindakan kekerasan baik dengan fisik dan atau verbal kepada orang lain yang dianggap lebih lemah dengan tujuan untuk mengganggu serta menimbulkan ketidaknyamanan.  Ada dua faktor yang menyebabkan tindakan bullying, yaitu faktor internal dan eksternal. Hasil penelitian menunjukkan tindakan bullying yang berasal dari faktor internal diantaranya, perasaan cemas, pendiam, rendah diri, dan tidak terbiasa melakukan interaksi sosial. Anak dengan karakter pendiam atau pemalu cenderung rawan mengalami bullying, walaupun tidak semuanya begitu, biasanya karena tidak mampu menyampaikan perlawanan atau tidak mampu mengekspresikan rasa tidak suka. Sedangkan salah satu faktor eksternalnya adalah pernah melihat orang lain melakukan tindakan kekerasan, baik di dunia nyata maupun tayangan kekerasan di dunia maya, seperti film, berita kriminal dan lain-lain. Anak yang pern...

"Mencegah dan Mengatasi Stunting"

Stunting adalah kondisi yang ditandai dengan kurangnya pertumbuhan tinggi dan berat badan anak apabila dibandingkan dengan anak - anak seusianya. Sederhananya stunting merupakan sebutan dari gangguan pertumbuhan anak. Penyebab utamanya adalah kurangnya asupan nutrisi dalam masa pertumbuhan anak. Hal ini berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar, dan risiko serangan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga obesitas. Langkah awal mengatasi stunting yang paling efektif adalah menjaga asupan bergizi bagi ibu hamil. Gizi seimbang dengan memperhatikan konsumsi beberapa mikronutrien yang penting dalam kehamilan, seperti asam folat, kalsium, dan zat besi. Asupan ibu mempengaruhi perkembangan janinnya. Langkah selanjutnya adalah memberikan ASI eksklusif selama enam bulan. ASI kaya akan kandungan gizi makro dan mikro yang berperan penting dalam mengoptimalkan tumbuh kembang bayi. Bil...