Langsung ke konten utama

"Bijak dalam Bermain Game Online"

Perubahan dari generasi ke generasi sampai pada generasi Z saat ini, bisa dilihat dari kemajuan teknologi yang berkembang semakin pesat. Kehadiran teknologi tidak dipungkiri dampak positifnya terhadap kehidupan manusia di setiap lini. Namun, sayangnya hal tersebut tidak diimbangi dengan perbaikan akhlak dan moral manusia. Hal ini bisa dilihat dari konten-konten di media sosial yang sama sekali tidak bermanfaat. Biasanya dilakukan oleh anak, remaja, atau yang seusia sekolah menengah. 

Gawai adalah salah satu dasar yang menjadikan anak-anak lupa segalanya. Game online juga sudah mewabah di anak-anak, bahkan ada kasus seorang anak yang meninggal karena kecanduan game online. Orang tua yang bijak akan berusaha membatasi penggunaan gawai terhadap anak-anak. Memang ada dampak positif dari bermain game online. Namun, untuk itu seseorang harus tahu durasi waktu bermain game. Jika tidak, maka hal itu bisa membuat kecanduan. 

Untuk mencegah anak kecanduan main game online, maka orang tua harus membatasi waktu anak memegang gadget. Asyiknya bermain game dapat membuat seseorang lupa waktu, hingga melupakan tugas dan pekerjaan lainnya. Dan, jangan biarkan anak mengeluarkan uang untuk meng-up grade game online-nya, jika pun harus dilakukan untuk keperluan-keperluan tertentu—misalnya mengasah ketrampilan anak--tetap harus di bawah pengawasan orang tua. Sebaiknya anak bisa dimotivasi untuk mengikuti event, hingga terbangun rasa keinginan bersaing yang positif pada diri anak.

Selanjutnya, cegah anak bermain game yang dapat memancing emosi. Ada banyak sekali jenis game yang menampilan kekerasan atau menimbulkan rasa penasaran. Game tersebut ada yang mudah dimainkan dan ada yang sulit. Oleh karena itu, sarankan anak-anak agar jangan bermain game yang sulit, karena itu akan memancing emosi anak. 
Sampaikan ke anak untuk tidak melakukan taruhan saat bermain game online. Ada sebagian orang yang sering melakukan taruhan ketika bermain game, padahal jika diperhatikan lebih lanjut taruhan tersebut adalah judi. Taruhan tersebut tidak hanya berupa uang, tapi bisa berupa item-item berharga yang dimiliki. Alangkah baiknya bila anak-anak diinformasikan tentang persamaan taruhan dengan judi, karena judi merupakan salah satu perilaku terlarang dalam Islam.

Terakhir, ingatkan anak untuk menjaga posisi badannya saat bermain game online. Posisi badan tidak pas yang dilakukan lama, terus menerus, dan berulang bisa menyebabkan kelainan pada struktur tubuh anak. Mengingatkan juga untuk taat pada jadwal dan membatasi waktu bermain, agar anak tidak melupakan kebutuhan-kebutuhan lain dalam hidupnya seperti, makan, istirahat, dan lain-lain. 
Bila hal ini dilakukan, maka besar harapan anak-anak sebagai penerus bangsa akan terjaga pribadi dan akhlaknya. Akhlak dan moral menjadi tolok ukur kebaikan dan mashlahat bangsa serta negara. Teknologi mampu melahirkan wawasan dan pengetahuan bagi generasi saat ini, tapi moral tetaplah di atas segalanya. Syech Abdul Qadir Al Jailani pernah berkata, “Aku lebih menghargai orang yang beradab dari pada orang yang berilmu, kalau hanya berilmu iblis pun lebih tinggi ilmunya dari pada manusia.”

Yusra

Samarinda, 16 Juli 2024

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"PKS Berkompetisi Untuk Meraih Yang Terbaik"

(Samarinda Convention Hall). Halalbihalal dan Tasyakuran Milad PKS ke-23 yang digelar hari ini, Sabtu, 3 Mei 2025, oleh DPW PKS Kalimantan Timur di Convention Hall Samarinda berlangsung sangat meriah. Sejak jam 6 pagi, panitia dan peserta yang berpakaian bernuansa putih oren sudah tampak bersiap. Rangkaian acara dimulai pukul 07.00 WITA, diawali dengan kegiatan senam sehat yang dipandu oleh tim Senam Sehat dari Deputy Kebugaran DPW PKS Kaltim, diikuti oleh peserta yang telah hadir di tempat acara. Aktivitas di area bazar pun tak kalah heboh. Beberapa stand dengan berbagai barang dagangan turut memeriahkan acara. Pukul 09.00 acara Halalbihalal dibuka oleh komika Wawan Saktiawan dan Dimas Nurdiansyah sebagai pemandu acara. Dan, ruangan menjadi hening saat Qari Pemenang kedua MTQ Nasional 2024, Ust. Jumarlin, melantunkan Al Hujurat ayat 10-13. Ketua DPW PKS Kalimantan Timur dalam sambutan menyampaikan bahwa halalbihalal yang diselenggarakan DPW PKS ini terasa seperti DPP yang...

DPW PKS KALTIM Gelar Halalbihalal dan Tasyakuran Milad PKS KALTIM ke-23 Tahun

(Samarinda Convention Hall). Hari ini, Sabtu, 3 Mei 2025. Pengurus Partai Keadilan Sejahtera Wilayah Kalimantan Timur menggelar acara Halalbihalal dan Tasyakuran Milad PKS ke-23 di Plenary Hall, Samarinda Convention Hall, Samarinda, Kalimantan Timur. Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Mas'ud, Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, dan Sekjen, Aboe Bakar Al Habsyi akan menjadi tamu istimewa dalam acara Halalbihalal PKS Kalimantan kali ini. Dan, diperkirakan juga 3000 kader dan simpatisan akan hadir memenuhi tempat acara. Mereka bukan hanya berasal dari kota Samarinda, tapi juga dari kota-kota penyangga Ibu Kota Provinsi, seperti Balikpapan, Kutai Kertanegara, Bontang, Kutai Timur, bahkan dari Kabupaten Berau. Sejak tiga hari sebelum acara, panitia telah mempersiapkan segala perlengkapan dengan teliti. Bendera putih oren tampak berkibar memenuhi halaman Samarinda Convention Hall. Saat memasuki gedung, meja-meja dengan penutup warna putih, oren, hitam memberi kesan meriah. (VdR)

"Bullying pada Anak, antara Subjek dan Objek"

Beberapa tahun belakangan ini, Indonesia marak dengan kasus perundungan atau yang biasa disebut dengan bullying. Bully merupakan tindakan kekerasan baik dengan fisik dan atau verbal kepada orang lain yang dianggap lebih lemah dengan tujuan untuk mengganggu serta menimbulkan ketidaknyamanan.  Ada dua faktor yang menyebabkan tindakan bullying, yaitu faktor internal dan eksternal. Hasil penelitian menunjukkan tindakan bullying yang berasal dari faktor internal diantaranya, perasaan cemas, pendiam, rendah diri, dan tidak terbiasa melakukan interaksi sosial. Anak dengan karakter pendiam atau pemalu cenderung rawan mengalami bullying, walaupun tidak semuanya begitu, biasanya karena tidak mampu menyampaikan perlawanan atau tidak mampu mengekspresikan rasa tidak suka. Sedangkan salah satu faktor eksternalnya adalah pernah melihat orang lain melakukan tindakan kekerasan, baik di dunia nyata maupun tayangan kekerasan di dunia maya, seperti film, berita kriminal dan lain-lain. Anak yang pern...